Blog Archives - Apiary Coworking Space
Mengenal Konsep Cloud Kitchen dan Perkembangannya di Indonesia

Cloud Kitchen atau yang kerap disebut Ghost Kitchen merupakan salah satu model bisnis yang banyak diminati akhir-akhir ini. Cloud Kitchen sendiri adalah konsep dapur kolektif yang memfasilitasi berbagai brand F&B dalam menyediakan layanan online delivery dan tidak menyediakan fasilitas makan di tempat. 

Pada Cloud Kitchen, biasanya tersedia ruang kerja berupa dapur besar dengan fasilitas lengkap yang bisa digunakan untuk memasak macam-macam menu dari berbagai restoran. Konsep dapur di dalamnya mirip dengan konsep co-working space yang memang sedang populer belakangan ini.

Berbeda dengan restoran konvensional yang membutuhkan tenaga kerja dan peralatan seperti meja dan kursi untuk layanan dine-in, model bisnis ini sangatlah unik karena dapat meminimalisir pengeluaran modal dengan hanya menyediakan layanan delivery. Hal ini membuat Cloud Kitchen menjadi pilihan tepat untuk pemula dalam bisnis karena resiko akan bangkrut tentunya juga menjadi minim. 

Selain itu, dalam menjalani bisnis Cloud Kitchen memiliki tempat yang strategis bukanlah prioritas utama. Dibanding tempat yang strategis, higienitas tentunya lebih diprioritaskan dalam bisnis Cloud Kitchen. Hal ini tentunya juga dapat menekan besarnya dana yang harus dikeluarkan. 

Bukan hanya resiko yang kecil, model bisnis ini juga memiliki potensi yang besar di masa depan. Dapat dilihat konsumen lebih memiliki minat besar pada layanan delivery akhir-akhir ini. Seringkali kita menemukan restoran konvensional yang antriannya dipenuhi oleh layanan delivery seperti ojek online dibanding pelanggan yang ingin makan di tempat. Berdasarkan katadata, nilai pasar layanan online food delivery berpotensi mencapai US$16 miliar atau setara dengan Rp225,6 triliun pada 2025. 

Peluang yang sangat besar ini melahirkan berbagai brand Cloud Kitchen yang sukses di Indonesia, salah satunya yaitu Hangry. Hangry adalah multi-brand restoran yang mengangkat konsep Cloud Kitchen dan menawarkan 5 brand berbeda, yaitu Ayam Koplo, San Gyu, Nasi Ayam & Kulit Bude Sari, Moon Chicken, dan Kopi Dari Pada.

Sejak didirikan pada tahun 2019, pertumbuhan Hangry kian melesat. Di tahun 2020, aktivitas bisnis Hangry mengalami peningkatan hingga 2000 persen. Kini, Hangry memiliki 41 outlet yang tersebar di area Jakarta dan berusaha untuk terus menghadirkan inovasi baru kepada masyarakat.

Apakah Anda menjadi tertarik untuk membangun bisnis Cloud Kitchen? Yuk, konsultasikan bisnismu dengan Apiary!

….

Terima kasih telah membaca artikel ini! Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai service, komunitas, event, dan program di Apiary?

Kunjungi website kami di www.apiary.id atau Instagram kami di @apiary.coworking 

Read more
0
Telat atau Tidak Lapor Pajak, Apa Akibatnya?

Dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 dijelaskan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pelaporan pajak di Indonesia dilakukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT). SPT merupakan surat yang digunakan untuk melaporkan perhitungan pajak, pembayaran pajak, detail objek pajak dan bukan pajak, serta harta sesuai ketentuan perpajakan dalam perundang-undangan.

Membayar pajak adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan setiap badan usaha, baik badan usaha memiliki NPWP. Pajak yang harus dibayarkan pun bermacam-macam, mulai dari Pajak Penghasilan ataupun Pajak Pertambahan Nilai. Lalu bagaimana bila tidak membayar pajak, apa akibatnya?

  1. Denda terlambat lapor

Terdapat denda bagi keterlambatan pelaporan SPT bulanan dan tahunan. Dalam Pasal 7 UU KUP, jika SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau hingga batas waktu perpanjangan, akan dikenai sanksi administrasi berupa denda Rp500.000 untuk SPT Masa PPN, Rp100.000 untuk SPT Masa lainnya, Rp1.000.000 untuk SPT Tahunan PPh WP Badan, dan Rp100.000 untuk SPT Tahunan WP Orang Pribadi.

2. Sanksi kekurangan pembayaran

Jika terdapat kekurangan pembayaran pajak yang terutang, perlu dilunasi sebelum SPT disampaikan. Jika pembayaran dilakukan setelah SPT disampaikan, terdapat sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan yang dihitung mulai dari berakhirnya batas waktu penyampaian SPT hingga waktu pembayaran.

3. Sanksi Pidana

Dalam UU KUP Pasal 39 dijelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Dalam membangun dan mengembangkan bisnis, tentunya kita ingin terhindar dari ketiga hal diatas. Oleh karena itu, sangat penting untuk melapor dan membayar pajak dari bisnis atau perusahaan kita karena dengan tidak membayar pajak justru secara tidak sadar membawa bisnis atau perusahaan kita ke jurang kerugian.

Contohnya, Pengadilan Negeri Tanjung Pinang menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 3 tahun dan denda sejumlah Rp5,19 miliar kepada Direktur PT Extel Communication lantaran tidak lapor SPT. Kemudian, Direktur PT Bumi Sumatera Abadi (BSA) Zulkifli alias Zulkifli S. Chaniago dijatuhi pidana penjara satu tahun empat bulan dan denda sebesar Rp.544.353.600.

Apiary menyediakan layanan Corporate Secretary, solusimu ditengah kesulitan! Mulai dari Accounting & Tax, Payroll dan BPJS, serta pembuatan Dokumen Legal, semua bisa kita bantu tangani.

Batas waktu lapor SPT tahunan untuk wajib pajak Badan di 30 April 2021 ini loh!

Kamu sudah lapor belum?

Terima kasih telah membaca artikel ini! Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Corporate Secretary?

Kunjungi website kami di https://apiary.id/corporate-secretary/

Written by Edelweis Bintang Revinda (Copywriter at Apiary Coworking Space)

Read more
0
Our CEO’s Thought on Women Entrepreneurs: Jessica Casey Jaya

Ketika memikirkan mengenai perjuangan kesetaraan gender dan emansipasi wanita di Indonesia, maka nama R. A. Kartini sudah pasti muncul di pikiran. Dapat kita rasakan sekarang hasil perjuangan beliau, terbukti dengan samanya kesempatan setiap laki-laki dan wanita untuk mengejar pendidikan maupun karir. Sekarang bukan hal yang aneh apabila kita temukan di Indonesia seorang wanita mengejar ilmu hingga menjadi doktor, seorang wanita menjadi direktur perusahaan, bahkan seorang wanita menjadi presiden.

Namun, tentunya perjuangan R. A. Kartini belum sepenuhnya selesai. Masih banyak hal-hal mengenai kesetaraan gender yang perlu kita perjuangkan. Dalam merayakan Hari Kartini, kami berkesempatan untuk berbincang mengenai women in business dengan COO kami, Jessica Casey Jaya.

Menurut Jessica Casey, Kartini di matanya adalah wanita yang berani. “Berani untuk speak up, berani untuk break the rules, dan berani berjuang untuk dirinya sendiri,” ujarnya. Hal ini memang sudah tidak diragukan lagi, karena untuk menjadi wanita peduli dan memperjuangkan hak masyarakat seperti Kartini memang membutuhkan keberanian yang cukup besar.

Jessica Casey juga menegaskan bahwa wanita itu tidak bisa bergantung sepenuhnya dengan laki-laki atau harta warisan. Seorang wanita harus dapat belajar dan berusaha dalam membangun kesuksesannya. Menurutnya di zaman sekarang, tidak ada alasan untuk sulit belajar ataupun sulit berbisnis. Banyak sekali media yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar seperti youtube, google, ataupun workshop Apiary. Ia percaya bahwa selalu ada cara bagi orang yang mau berusaha.

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya masih ada beberapa orang yang tidak memiliki pemahaman mengenai emansipasi wanita dan kesetaraan gender. Bahkan mungkin memahami, namun masih tidak menganggap penting. Dalam perjalanan wanita mengejar pendidikan ataupun karir, seringkali wanita mendapat kritik yang muncul dari orang-orang terdekat atau terkadang oleh masyarakat luas. Namun, persepsi dan penilaian orang terhadap diri kita terkadang ada kalanya penting untuk diabaikan.

Focus on improving yourself, be kind to others, and the rest will follow. Let’s keep being resilient and show them what we can do.” -Jessica Casey Jaya

….

Terima kasih telah membaca artikel ini! Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai service, komunitas, event, dan program di Apiary?

Kunjungi website kami di www.apiary.id atau Instagram kami di @apiary.coworking

Written by Edelweis Bintang Revinda (Copywriter at Apiary Coworking Space)

Read more
0
Mulailah untuk Hidup Berkualitas

Hidup Berkualitas — Apakah Anda bosan dengan kegiatan dan hari yang terasa ‘gitu-gitu aja’? Apakah Anda ingin mengubah kehidupan Anda menjadi lebih berkualitas? Jika iya, anda membaca tulisan yang tepat karena pada tulisan ini akan dijelaskan bagaimana agar hidup kita menjadi berkualitas.

Kebiasaan kita menentukan kualitas hidup

Biasanya, kualitas hidup seseorang dapat dilihat dari kebiasaan yang dilakukan setiap harinya. Kebiasaan positif akan membuat seseorang lebih optimal dalam menjalani aktivitas. Sedangkan kebiasaan buruk dapat menghambat efisiensi dalam melakukan sesuatu. Agar hidup Anda menjadi lebih berkualitas, hal pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kebiasaan positif dibarangi dengan mengurangi kebiasaan negatif.

Kualitas hidup juga erat kaitannya dengan perilaku manusia. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan perilaku manusia. Oleh karenanya, kita perlu memahami bagaimana perilaku diri sendiri, agar bisa membentuk kebiasaan positif.

Aspek yang menentukan perilaku

Salah satu teori populer tentang pembentukan perilaku adalah teori “Lewin’s Equation” milik seorang psikolog terkenal, yaitu Kurt Lewin. Teori tersebut merumuskan bahwa:

B = f (P,E)

B = behavior atau perilaku,

P = person atau individu

E = environment atau lingkungan.

Melalui rumus tersebut, didapati informasi bahwa lingkungan sangat berpengaruh pada perilaku kita. Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik. Sebaliknya, lingkungan yang tidak mendukung perkembangan diri akan membentuk kebiasaan buruk. Oleh karena itu, kita wajib memperhatikan lingkungan agar hidup kita lebih berkualitas.

Image for post

Image for post

Sumber gambar: YoExplore

Tips membentuk kebiasaan baik untuk hidup berkualitas

Ada beberapa strategi yang bisa Anda lakukan untuk membentuk kebiasaan baik berdasarkan prinsip di atas. Yuk, coba hal-hal berikut!

1. Modifikasi kemalasan

Ternyata kemalasan bisa jadi strategi untuk menghilangkan kebiasaan buruk juga, lho. Sebagai contoh, jika Anda punya kebiasaan buruk memakan cemilan tidak sehat, maka anda dapat menyimpan camilan tersebut di tempat yang sulit dijangkau. Sehingga ketika Anda ingin memakan camilan, maka Anda akan menjadi malas untuk mengambilnya sehingga Anda tidak jadi untuk mengkonsumsi cemilan tersebut.

2. Choice architecture

Jika Anda pergi ke supermarket, maka Anda pasti mengambil barang-barang yang mudah dijangkau. Sering kali, orang-orang kerap mengambil barang bukan karena jenis produknya, melainkan karena lokasi mereka berada. Konsep ini lah yang dinamakan dengan choice architecture.

Tata letak suatu benda dapat mempengaruhi pembentukan suatu perilaku. Oleh karenanya, mengubah tata letak benda dapat menjadi solusi membentuk kebiasaan baik. Misalnya saja, Anda menaruh segelas air di sebelah tempat tidur, agar Anda lebih mudah terbiasa minum air setelah bangun tidur.

3. Kendalikan dunia maya

Dunia maya juga termasuk lingkungan yang perlu kita kendalikan. Banyak hal-hal di dunia maya yang bisa jadi pemicu munculnya bibit kebiasaan buruk. Ketika Anda mendapatkan notifikasi medsos, Anda akan tergerak untuk membukanya. Sayangnya, hal semacam ini kerap mengganggu Anda untuk melakukan hal produktif.

Oleh karena itu, cobalah untuk mematikan notifikasi aplikasi yang tidak penting. Anda akan lebih fokus mengerjakan sesuatu, tanpa terdistraksi terganggu oleh hal-hal yang ada di handphone. Selain itu, rajin menambah wawasan juga dapat meningkatkan kualitas hidup

Apakah Anda sudah siap untuk hidup secara bekualitas? Tetap semangat dan semoga berhasil!

Artikel di atas merupakan kolaborasi antara Apiary dengan Mebiso, anda juga bisa membaca artikel-artikel menarik lainnya terkait leadership dan entrepreneurship dari Mebiso melalui https://mebiso.com/. Selamat membaca, salam sukses!

Read more
0
7 Skill Content Writer Profesional

Berkembangnya bisnis online membuka banyak peluang pekerjaan baru. Salah satunya adalah content writer. Bahkan tak sedikit bisnis online yang mulai merekrut content writer profesional untuk pekerjaan full-time.

Bekerja sebagai content writer kini dipandang sebagai jalur karir yang menjanjikan.

Tapi, untuk menjadi content writer profesional tentunya dibutuhkan keterampilan-keterampilan pendukung. Kira-kira, hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menjadi content writer handal?

Yuk, cek tujuh skill penting content writer handal yang sudah Mebiso rangkum.

1. Content writer profesional jago merangkai kata

Image for post

Sumber Gambar: Schoolsweek.co.uk

Keterampilan ini tentunya adalah keterampilan utama yang wajib dimiliki oleh content writer profesional.

Setiap content writer harus memiliki kosakata yang banyak. Dengan begitu mereka bisa merangkai kata yang sesuai untuk segala jenis artikel.

Kosakata yang beragam ini jika diaplikasikan dalam tulisan akan membuat tulisan lebih menarik dan mudah untuk dibaca.

2. Memadukan konsep yang berjauhan menjadi sesuatu yang baru

Content writer profesional tidak boleh membuat konten asal-asalan. Mengapa demikian? Karena di luar sana ada banyak sekali konten-konten yang menyerupai konten yang akan atau telah kita buat.

Untuk dapat bersaing dengan konten-konten tersebut, seorang content writer profesional haruslah membuat konten yang unik. Salah satunya dengan memadukan suatu konsep dari bisnis online tempat ia bekerja dengan konsep lain yang hampir berjauhan.

Contohnya adalah artikel dengan judul “10 Inspirasi Content Marketing Yang Aku Pelajari dari Serial Games of Throne”.

Artikel dengan judul diatas menarik karena penulis menggabungkan dua konsep berjauhan, yakni content marketing dan Games of Throne.

3. Manajemen waktu yang baik adalah hal yang wajib dimiliki oleh content writer profesional

Manajemen waktu yang baik mutlak diperlukan oleh seorang content writer. Sehari-hari mereka bertugas untuk membuat konten untuk berbagai keperluan.

Seringkali banyaknya tugas ini menguras tenaga dan pikiran.

Dengan memiliki manajemen waktu yang baik, seorang content writer profesional dapat menyelesaikan pekerjaannya dan tetap bisa menjalani kehidupan sosial yang sejahtera.

4. Komunikatif dengan kolega

Tak dapat dipungkiri bahwa komunikasi menjadi kunci sukses dalam semua bidang pekerjaan. Tak terkecuali content writer.

Seorang content writer dituntut untuk bisa menjelaskan konsep dibalik artikel atau konten yang ia buat kepada kolega, editor, ataupun atasannya.

Kemampuan komunikasi yang baik menjamin pesan yang disampaikan sang content writer tepat sasaran sehingga tidak terjadi salah paham yang bisa berakibat fatal.

5. Taktis dalam membaca tren

Dalam dunia penulisan, bisa dibilang trend adalah sahabat baik content writer.

Content writer yang mampu membaca trend dengan baik bisa menjadikan inspirasi dalam membuat konten.

Misalkan, jika sedang ada trend positif mengenai film Dilan. Jika seorang content writer ahli membaca trend, ia bisa memanfaatkan trend tersebut untuk dijadikan artikel.

Misalkan jika ada seorang content writer yang bekerja di industri fashion bisa membuat artikel berjudul “7 Gaya Berpakaian Dilan yang Bikin Milea Klepek-Klepek”.

Dengan memanfaatkan trend semacam ini, kemungkinan konten yang dibuat untuk menjadi viral semakin tinggi.

6. Mampu bekerja dalam deadline

Pekerjaan content writer erat kaitannya dengan deadline. Apalagi jika sang content writer bekerja dalam agensi yang harus berurusan dengan klien-klien.

Dalam situasi seperti itu, content writer dituntut untuk bisa menyelesaikan pekerjaannya dalam deadline yang diberikan.

Inilah yang membedakan content writer profesional dengan yang awam.

Seorang content writer profesional mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dibawah tuntutan deadline. Sementara content writer yang masih awam akan sangat kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan dibawah tuntutan deadline. Bahkan pekerjaan mereka bisa tidak selesai lho.

7. Yang terpenting, content writer profesional itu produktif dalam bekerja

Salah satu hal yanh harus diperhatikan seorang content writer adalah produktivitasnya dalam menghasilkan konten. Inilah tolak ukur untuk menentukan baik tidaknya seorang content writer.

Content writer yang handal mampu mengerjakan 4 sampai 5 artikel setiap hari.

Mereka cukup lihai untuk menentukan topik dan merangkaikan kata yang sesuai untuk masing-masing artikel yang mereka buat.

Menjadi content writer handal butuh proses dan waktu yang tidak sedikit. Giat dan tekun berlatih adalah kunci agar content writer awam mampu meningkatkan keterampilannya.

Read more
0
Berkarir Di Dunia Industri Kreatif

Jika kamu suka bekerja di lingkungan yang gemerlap di mana ide-ide berkeliaran dan kamu melihat dirimu sebagai tipe orang yang kreatif. Lalu, menyukai ritme kerja yang dinamis atau cepat, dan juga haus akan tantangan. Agency Kreatif atau StartUp lah jawabannya, Industri yang cocok untuk tempat kamu bekerja

Eitss, selain mempunyai jiwa kreatifitas yang tinggi, kamu juga harus mempunyai skill lainnya loh untuk dapat berkarir di industri kreatif. Berikut adalah beberapa soft skill yang harus kamu miliki untuk terjun di dunia industri kreatif.

  1. Komunikasi
    Komunikasi di sini tidak hanya berarti kamu pandai dalam merangkai tagline unik dan persuasif saat mengajak klien untuk berkolaborasi, tapi juga memiliki empati dan pemahaman terhadap kebutuhan target kampanye.
    Untuk menciptakan kampanye iklan yang efektif, kamu perlu mengerti apa yang diinginkan klien dan menghadirkan konsep yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain pentingnya komunikasi eksternal dengan klien kamu juga harus menjaga skill komunikasi mu dengan internal kantor mu.
  2. Manajemen waktu
    Deadline yang terus mengejar adalah salah satu hal yang biasa dalam berkarir di industri ini. Sering kali, suatu campaign menargetkan momen tertentu untuk diluncurkan, dan para karyawan harus mempersiapkan presentasi, laporan, dan rangkapan hasil akhir sebelum momen tersebut lewat.
    Kemampuan mengalokasikan waktu dan menyusun prioritas diperlukan di pekerjaan mana pun, tapi terutama untuk kaum profesional di industri kreatif, memiliki soft skill ini akan membuat kamu lebih mudah menavigasi proyek-proyek yang kamu tangani.
  3. Kolaborasi
    Sehebat, sekreatif, secanggih apapun kamu, hampir mustahil jika kamu bisa mengerjakan satu proyek kreatif sendiri dengan jangka waktu yang diberikan klien. Tentu saja kamu akan punya kesempatan untuk bersinar sendiri dengan proyek individu, tapi kamu akan dihadapkan pada banyak kesempatan untuk bekerja sama dengan tim di satu divisi atau divisi lainnya.
  4. Problem Solving
    Agency dan departemen kreatif internal memposisikan diri mereka sebagai mitra strategis bukan hanya penyedia layanan. Baik kamu berada diposisi seorang direktur kreatif, manajer pemasaran, atau artis produksi, seorang karyawan diharapkan untuk mengambil inisiatif lebih dalam dengan memecahkan masalah yang ada.
    Atasanmu akan menghargai karyawan yang dapat mengusulkan solusi yang tepat ketika ada suatu masalah. Seperti menyelesaikannya sendiri secara inisiatif. Tetapi bukan berarti atasan mu ingin membiarkan kamu dalam masalah terus-terusan. Tunjukkan inisiatif dan akal sehat kamu dengan terlebih dahulu mencoba menyelesaikan masalah kreatif atau interpersonal sehari-hari dengan sendiri.
  5. Networking
    Memiliki jaringan relasi yang luas di dunia kerja baik di lingkungan kantor maupun di luar kantor, dapat membuka banyak kesempatan untuk karir kita.
    Seperti memanfaatkan momen saat kamu sedang bertemu klien, dengan berhubungan baik adalah salah satu kunci untuk kamu memperluas jaringan mu, karena bisa saja nanti klien tersebut akan bekerja sama kembali denganmu dan Agency atau StartUp mu bekerja.

. . .

Yupss, itu adalah 5 soft skill yang kamu bisa pelajari untuk dapat bekerja di dunia industri kreatif, semoga tips dari kami dapat bermanfaat yaaa!!

Read more
0